KHAZANAH ISLAM

Kejatuhan Manusia


Sabtu, 25 Mei 2019 - 17:54:46 WIB - Dibaca: 184 kali

Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif
Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif [Dok Pribadi]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Dalam filsafat ada pernyataan populer, manusia adalah hewan yang berpikir. Dalam hal ini, orang membandingkan manusia dengan hewan, yang relatif tidak berbeda, yang membedakan adalah pikirannya. Maka Charles Darwin pun latah mengatakan evolusi manusia berasal dari kera.

 

Dalam konsep lain, banyak pakar yang menyebutkan manusia itu sebagai makhluk ekonomi, maka dia perlu finansial, makhluk budaya maka dia perlu budaya dan peradaban, makhluk pendidikan maka dia perlu dibina dan dididik, makhluk relijus, maka perlu di ajarkan agama dan ketuhanan (given), makhluk politik maka dia perlu berpolitik untuk mengelola hidupnya, manusia adalah makhluk keadilan maka dia perlu hukum dalam menjalankan kehidupannya, manusia adalah makhluk sosial, maka dia perlu masyarakat tempat hidup dan membuat dirinya bermakna.

 

Hampir semua penamaan terkait dengan kebutuhan manusia melekat atas dirinya, dan inilah yang harus dijalani manusia disepanjang siklus kehidupan hingga kematian.

 

Banyaknya list kebutuhan manusia, acapkali membuat dirinya jatuh dan bahkan tersungkur. Ada mereka yang bisa bangkit bahkan eksis kembali, ada yang jatuh dan tidak bangun lagi, karena ketiada berdayaan.

 

Alqur'an berbicara secara lantang, faktor kejatuhan manusia dikarenakan manusia memiliki dua kutub yang berlawanan. Pertama kutub manusia sebagai jelmaan karkater malaikat yang artinya dimensi ilahiyah menguasai segenap kehidupannya. Kedua, kutub jin yang karakternya cenderung menggiring manusia menuju perilaku keji dan mungkar (keji kepada manusia, mungkar kepada Allah), karena faktor serakah, sombong, tidak pernah merasa puas, sehingga saling menjatuhkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

Inilah karakter Jin yang selalu berjuang mengajak manusia beramai-ramai sebagai jamaahnya di dunia, juga kelak sebagai temannya di neraka akhirat. Karakter jin dan hewan hampir lebih kurang selevel, hanya perilaku hidupnya yang berbeda, namun keduanya sama rendahnya. Yang jelas Allah ingatkan manusia, siapa saja yang tidak menggunakan potensi kemanusiaannya, maka samalah dengan Jin dan hewan atau binatang.

 

Hal ini dapat kita jumpai dalam QS. Al-'Araf 179. Betapa banyak penghuni neraka jahanam (neraka yang paling dahsyat) yang bahan bakarnya terdiri atas jin dan manusia, mereka diberi hati tapi tidak digunakan untuk merespon dan menanggapi kebenaran Allah, mereka diberi akal tapi tidak digunakan untuk mengkaji dan memikirkan ajaran Allah, mereka diberi telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar seruan dan perintah Allah, mereka yang demikian itu bagaikan binatang, bahkan lebih dahsyat dari hewan (jin) "balhum adhal". Merekalah orang-orang yang lalai dan merugi.

 

Inilah dua kutub perilaku yang bersemayan didalam diri manusia, yang pada dasarnya adalah sama dengan jin dan hewan tatkala dia lalai, bahkan satu ketika lebih rendah dari hewan dan jin, karena mereka mendzalimi dirinya dengan perbuatan keji dan mungkar serta saat mana manusia lupa dengan potensi kemanusiaannya.

 

Sebaliknya Allah ingatkan kita dalam QS. Al-Isra 70, yang mana Allah sangat muliakan manusia, baik yang hidup di darat dan lautan, mereka diberi rezeki dari yang baik-baik dan diciptakan manusia dengan sebenar-benar kelebihan dari makhluk yang lain.

 

Maka itu jangan pernah terpedaya oleh tipu daya jin yang hanya menjatuhkan kita menjadi serendah-rendahnya makhluk "aspalasa pilin". Dan ingatlah, sebaik-baik jin adalah sejelek-jelek manusia. Puasa dan shalat adalah instrumen untuk memposisikan nafsu secara manusiawi, sehingga manusia bisa terbebas dari belenggu keterpengaruhan jin dan kejatuhan manusia menjadi hewan yang sangat rendah. Salam Ramadhan.

Penulis: Oleh : Prof. Dr. Mukhtar Latif, Guru Besar UIN STS Jambi




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kedewasaan Berpolitik

JERNIH.ID, Jambi - Telah dibacakannya beberapa pekan lalu putusan Mahkamah Konstitusi terhadap gugatan yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabo

OPINI

Penyandang Disabilitas Jambi Buat Pagelaran

JERNIH.ID, Jambi - Para pelajar penyandang disabilitas di Provinsi Jambi akan membuat pagelaran seni yang bertajuk "Cahaya Tanah Pilih".   Menurut salah

BERITA

Yayasan CAPPA Jambi Gelar Workshop Perhutanan Sosial

JERNIH.ID, Jambi - Salah satu persoalan mendasar tata kelola lahan di Indonesia, termasuk sektor kehutanan adalah struktur agraria yang timpang. Distribusi akse

BERITA

Gelar Coffee Morning, Romi Himbau Penyesalain Sengketa Lahan di Tanjabtim Dijadikan Prioritas

JERNIH.ID, Muara Sabak - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengelar Coffee Morning, bersama Forkopimda Tanjab Timur, di Ruang Kerja Bupati Tanjab Timur,

BERITA

Pemkab dan DPRD Tanjabbar Tanda Tangani Kebijakan Umum dan PPAS APBD Tahun 2020

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Safrial dan DPRD Tanjab Barat tandatangani nota kesepakatan kebijakan umum APBD anggaran 2020 dan pembahasan rancangan priorit

BERITA

Advertisement