Berpuasalah: Engkau akan Jujur


Kamis, 16 Mei 2019 - 13:05:07 WIB - Dibaca: 328 kali

Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif.
Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif. [Dok. Pribadi ]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong). HR. Mutafaq Alaihi.

 

Konsep jujur adalah tatkala seseorang mengungkapkan sebuah pemikiran dan niatan dalam hati dalam wujud perilaku perbuatan, sesuai seperti apa adanya. Jujur adalah bagian dari akhlak mulia dan budi pekerti. Maka orang jujur dia berakhlak mulia lagi berbudi pekerti yang baik.

 

Perilaku jujur tidaklah mudah dibangun oleh tiap orang, karena kita hidup bukan di ruang hampa, tentu banyak pengaruh dan godaan, terlebih godaan materi yang sangat menggoda dan menggiurkan dalam memenuhi gaya hidup dan syahwat kehidupan.

 

Adakalanya godaan datang dari dalam rumah tangga atau keluarga, ada juga dari saudara dan kerabat, ada di masyarakat tempat tinggal, ada dari tempat kerja. Singkatnya peluang tidak jujur sangat mungkin datang dari semua penjuru angin yang menerpa hidup seseorang.

 

Jujur terpancar dari hati kecil setiap orang, yang dikenal dengan "dhamir". Hati kecil ini cermin hati yang selalu bersih, maka orang jujur akan tampak aura wajahnya selalu bersih, aura berpikir selalu benar, uaura kata selalu menyenangkan, aura kinerja selalu membanggakan, aura pergaulan selalu mendamaikan, aura keluarga selalu membahagiakan.

 

Di tengah hiruk pikuk dunia, acapkali orang-orang jujur dan berkinerja jadi korban atau dikorbankan, karena saking banyaknya kepentingan yang berkehendak, sehingga ketidakjujuran menguasai dan merajai pentas kekuasaan dan kepentigan dunia. Sehingga ketika ketidak jujuran menjadi mahkota, maka tidak peduli siapa yang berjasa dan berprestasi, semuanya sama "orang jujur tidak berharga, sehingga dikorbankan".

 

Puasa mengajarkan kita jujur, barang siapa yang dusta maka selesailah pahala puasanya, dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali hanya lapar dan dahaga. HR. Nasai dan Ibnu Majah. Maka puasa yang demikian, tidak akan pernah membekas atau membentuk perilaku jujur dalam hidup tiap orang.

 

Semoga jujur menjadi mahkota dan perisai hidup kita, di manapun kita, sebagai apapun kita. Ingatlah jujur puncak kemulyaan seseorang, dan sebaliknya. Semoga. Aamiin. (MLC, 16 Mei 2019).

Penulis: Oleh : Prof. Dr. Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kedewasaan Berpolitik

JERNIH.ID, Jambi - Telah dibacakannya beberapa pekan lalu putusan Mahkamah Konstitusi terhadap gugatan yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabo

OPINI

Penyandang Disabilitas Jambi Buat Pagelaran

JERNIH.ID, Jambi - Para pelajar penyandang disabilitas di Provinsi Jambi akan membuat pagelaran seni yang bertajuk "Cahaya Tanah Pilih".   Menurut salah

BERITA

Yayasan CAPPA Jambi Gelar Workshop Perhutanan Sosial

JERNIH.ID, Jambi - Salah satu persoalan mendasar tata kelola lahan di Indonesia, termasuk sektor kehutanan adalah struktur agraria yang timpang. Distribusi akse

BERITA

Gelar Coffee Morning, Romi Himbau Penyesalain Sengketa Lahan di Tanjabtim Dijadikan Prioritas

JERNIH.ID, Muara Sabak - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengelar Coffee Morning, bersama Forkopimda Tanjab Timur, di Ruang Kerja Bupati Tanjab Timur,

BERITA

Pemkab dan DPRD Tanjabbar Tanda Tangani Kebijakan Umum dan PPAS APBD Tahun 2020

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Safrial dan DPRD Tanjab Barat tandatangani nota kesepakatan kebijakan umum APBD anggaran 2020 dan pembahasan rancangan priorit

BERITA

Advertisement